Mejapublik.com SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan kembali menggelar operasi pasar gas LPG subsidi tabung 3 kg.

Operasi pasar tahap pertama ini dilaksanakan di lima titik kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun, salah satunya di Laman Basamo Sriwijaya Sarolangun, Kecamatan Sarolangun, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi kelangkaan serta menetralisir harga LPG 3 kg di pasaran. Pemkab Sarolangun bekerja sama dengan PT Defa Gemilang Pratama dengan mendistribusikan total 2.800 tabung LPG subsidi 3 kg secara serentak di lima kecamatan, masing-masing 560 tabung per kecamatan.

Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika mengatakan bahwa penjualan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.

Adapun lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sarolangun (Laman Basamo Sriwijaya), Mandiangin, Air Hitam, Singkut, dan Bathin VIII.

“Operasi pasar gas LPG subsidi 3 kg ini akan kita lakukan lagi sebelum Idul Fitri, dengan mencari waktu yang tepat,” ujar Gerry.

Ia menjelaskan bahwa saat ini harga LPG 3 kg di tengah masyarakat banyak beredar di atas HET, mulai dari Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

“Hari ini kita masih banyak melihat harga gas LPG 3 kg di atas HET, dari 35 ribu sampai 40 ribu. Jadi kita tanggulangi dengan operasi pasar dan kita akan tertibkan pangkalan yang disinyalir nakal,” tegasnya.

Gerry menambahkan, pangkalan yang terbukti menjual di atas HET atau melakukan penimbunan akan dikenakan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha. Pemkab juga menindaklanjuti sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Selain operasi pasar dan penertiban pangkalan, Pemkab Sarolangun juga berencana mengusulkan penambahan kuota Jaringan Gas (Jargas) sebanyak 5.000 sambungan rumah di beberapa kecamatan.

“Kuota jargas akan kita usulkan untuk penambahan di kecamatan-kecamatan yang membutuhkan, untuk mengurangi kelangkaan gas 3 kg ini. Saat ini sudah ada 5.000 jaringan gas, dan kita usulkan tambahan 5.000 lagi,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Jargas akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat karena lebih hemat dan praktis tanpa perlu membeli atau mengisi ulang tabung gas secara berkala. (IKP-KOMINFO)

Tinggalkan Balasan