Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa halal bihalal menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan melepaskan beban moral agar kinerja aparatur semakin optimal. Hal ini disampaikan dalam acara halal bihalal pegawai Kementerian Agama di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Acara ini dihadiri Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin bersama pejabat eselon I dan II, serta ASN Kementerian Agama. Hadir juga, Menag (2014 – 2019) Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Menteri Agama (2019 – 2022) Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Agama (2022 – 2024) Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag (2009 – 2014) Bahrul Hayat, dan Sekjen Kemenag (2018 – 2020) Nur Kholis Setiawan.

Menurut Menag, tradisi halal bihalal merupakan kearifan khas Indonesia yang memiliki makna mendalam, tidak hanya secara spiritual tetapi juga sosial. “Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk membersihkan diri, baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, setelah menjalani ibadah Ramadan, umat Islam diyakini telah memperoleh ampunan dari Allah SWT. Namun, hubungan antarmanusia tetap perlu diselesaikan melalui saling memaafkan. “Sekarang kita selesaikan hubungan dengan sesama. Dengan begitu, tidak ada lagi beban rasa bersalah atau berdosa yang menghambat kita bekerja,” jelasnya.

Menag menekankan bahwa beban psikologis seperti rasa bersalah dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja ASN. Karena itu, halal bihalal menjadi titik awal untuk kembali bekerja dengan hati yang ringan dan penuh tanggung jawab.

“Kalau kita masih menyimpan beban, kita tidak bisa bekerja maksimal. Hari ini kita mulai dengan hati yang bersih agar amanah yang diemban bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menghargai kontribusi para pendahulu yang telah membangun fondasi institusi hingga saat ini. “Kita ini melanjutkan, bukan memulai dari nol. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kerja keras para pendahulu,” ungkap Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran dan masyarakat atas segala kekurangan dalam pelayanan. “Atas nama pribadi, keluarga, dan pimpinan Kementerian Agama, kami memohon maaf lahir dan batin. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui momentum ini, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama semakin solid, profesional, dan mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik. Sumber : Kemenagri

Tinggalkan Balasan